Angelina Sondakh, di FISIP UI jurusan Komunikasi, Program Doktor dgn dosen Prof. Dr. Effendi Gazali

Angelina Sondakh, di FISIP UI jurusan Komunikasi, Program Doktor dgn dosen Prof. Dr. Effendi Gazali
Angelina Sondakh, di FISIP UI jurusan Komunikasi, Program Doktor dgn dosen Prof. Dr. Effendi Gazali

Buku ke 4 Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Buku ke 4 Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi
Buku ke 4 Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Keanu Massaid dan Angelina Sondakh Massaid

Keanu Massaid dan Angelina Sondakh Massaid
Keanu Massaid dan Angelina Sondakh Massaid

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi
Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Pasangan Tercerdas Politisi Indonesia, angelina sondakh & adjie massaid

Pasangan Tercerdas Politisi Indonesia, angelina sondakh & adjie massaid
Keduanya Calon Menteri Indonesia dari Partai demokrat, Pasangan Tercerdas Politisi Indonesia, angelina sondakh & adjie massaid

Buku Biru Angelina Sondakh & Adjie Massaid

Buku Biru Angelina Sondakh & Adjie Massaid
Buku Biru Angelina Sondakh & Adjie Massaid

Jumat, 23 Desember 2011

Dr. Angelina Sondakh: Linda Djalil Sesama ILUNI Sangat Benci Padaku?



← ”22 Hati Perempuan” di Hari Ibu 22 Desember 2011
Tanggal Dua Puluh Tiga Desember…. →
Selamat Hari Ibu, Mama! Benarkah Mama Perlu Pelumnas dan Doyan Makan Apel Malang?
December 22, 2011

Sumber: http://lindadjalil.com/2011/12/selamat-hari-ibu-mama-benarkah-mama-perlu-pelumnas-dan-doyan-makan-apel-malang/#comment-126

Aku tercekat. Berita apa lagi di layar kaca ini? Baby sitter ku asyik menonton televisi sambil tangannya memegang sendok berisi suapan nasi. Telor dadar dan sayur bayam siap diberikan ke dalam mulutku. Aku belum bisa membaca tetapi aku sanggup mendengar, menyimak segala situasi di sekelilingku.

Semua orang ribut hari ini adalah Hari Ibu. Ada bunga di mana-mana, ada puisi di mana-mana. Tiba-tiba seorang ibu mendapat tempat yang sangat khusus hari ini. Bahkan mama, ibuku ini, sejak pagi sudah repot memanggil tukang salon si banci yang pakai anting-anting sebelah itu, untuk menyanggul rambut ibu dan ditancap bunga melati melingkar penuh. Mama akan menghadiri upacara Hari Ibu gede-gedean.

Kembali ke kata-kata si pembawa berita televisi. Nama mama disebut lagi, sebagaimana hari-hari sebelumnya. Kini berita bertambah satu, ada pelumnas yang dibutuhkan mama. Hah? Pelumnas apa’an ya? Bukankah dulu papa sering ke bengkel beli minyak pelumnas untuk motor gedenya, atau untuk mobilnya? Mama, kata si penyiar televisi, selain menyebut apel Malang yang harus dikirim segera, kini ternyata minta juga pelumnas, melalui mulut orang lain.

Duh, tak ada habis-habisnya urusan mama. Rumah mewah, sofa keren, mainanku yang satu kamar penuh, apakah dibeli dari urusan permintaan apel Malang dan minyak Pelumnas? Mama memang cantik, dia sadar penuh hal itu. Mama tertawa-tawa di depan orang banyak, padahal asap rokoknya mengepul tiap hari lewat pipiku. Kalau papa masih hidup, tentu akan dilarang keras ia merokok dekat-dekat anaknya. Mama semakin menjadi perokok berat sejak papa tiada. Gundah gulana ia lampiaskan di batangan rokok yang menyala-nyala sepanjang waktu itu.

Mama tetap ibuku. Baik buruk, ia tetap menjadi sejarah yang terukir pada kalbuku. Mengapa mama begitu bodoh melakukan banyak tindakan yang tak sesuai dengan tatakrama kehidupan yang patut? Papa, tahun lalu dengan bawel melarang ini itu, dan aku tahu persis itu yang membuat mama gerah, kesal, dan amarah meluntap sepanjang hari. Mama tak perduli mempermalukan papa saat tamu sebanyak 30 orang itu sudah datang di rumah untuk memestakan keluarga mama bernatalan yang khusus dibuat oleh papa sebagai tanda toleransi beragama. Ia pergi, ngabur seharian, pulang sudah menjelang maghrib, lalu ngabur ke kamar atas, tanpa keluar lagi sampai tamu bubar. Musik keroncong yang dipanggil papa, juga pohon natal berlampu kerlap kerlip bagai saksi bisu, untuk kejadian tahun lalu yang memalukan itu. Mama seakan memang benci sekali kepada papa pada saat itu. Mempermalukan papa di depan orang banyak, seakan-akan menjadi tujuan utamanya. Dan ia memang tidak perduli. Muka papa memerah sekelilingnya menahan malu di depan para tamu, sanak keluarga, yang juga tahu persis kejadian itu namun kini bungkam seribu bahasa bila ditanya.

Mama mencari-cari paspor yang entah di mana ia simpan. Esoknya, saat papa meleng, mama kabur ke Malaysia bersama rombongan terhormat. Tanpa izin suami, tanpa permisi. Papa terpekur di sofa dekat kolam renang. Sedih! Ia merasa dihina. Apalagi sebagai nakhoda rumah tangga, yang tak dimintai izin atas kepergian istri, alangkah sakit hatinya. Papa menghubungi seseorang, menangis sejadi-jadinya. Namun saat itu ia malah ditegur keras, dianggap kurang bersabar, kurang lembut terhadap istri. Aku masih ingat kata-kata papa saat mengadu, “Aku menasihatinya hampir tiap hari, hati-hati jangan mudah menerima hadiah ini itu serta sumbangan yang penuh misteri, itu tidak baik dan berbahaya. Hidup sebegini sudah seharusnya bersyukur…., tapi istri aku marah, tidak suka diatur-atur. Urusan anak begitu pula, dia sering membedakan kasih sayang terhadap anak-anak..”

Aku menyimak dan menyimak terus. Lalu, berkat disabari oleh orang tempat ia mengadu, papa dianjurkan tetap membeli kado, membeli bunga cantik untuk ulang tahun mama di akhir bulan. Semula papa tidak mau tapi tetap dibujuk dengan sabar, dan berhasil. Ada tiga jambangan bunga indah di atas meja panjang, saat mama Ulang Tahun. Ia bangun tidur, bunga sudah tersedia. Cincin berlian begitu pula…., namun saat pesta berlangsung, mama tetap sengaja bernyanyi keras-keras di depan para tamu diiringi musik, “Pulangkan saja … aku pada ayahku…..!” Duuuh… mama… mama….., aku tidak sampai hati melihat papa terpekur di sudut tangga.

Si pembujuk papa tak kehilangan akal. Dimainkanlah lagu-lagu cinta, dan disodorilah keduanya ke tengah lantai untuk berpelukan, berdansa dengan rapat-rapat. Itulah cara mencairkan suasana dan api yang menyala. Sebelumnya, bahkan di tengah pesta, mama masih bercerita kepada teman-teman dekatnya, bahwa ia sudah tidak tahan lagi menghadapi sang suami yang bawel, penuh aturan, dan cerai adalah jalan terindah baginya. Bahkan akhirnya mama menyiapkan pengacara, berkata kepada berbagai teman dekatnya tentang rencana itu, di balik punggung pemburu berita.

Itu semua adalah cerita tahun lalu. Ya, tahun lalu di bulan Desember sebelum papa terjembab di dekat kaki piano seberang kaca di ruang keluarga. Lalu muncullah berita duka. Papa pergi selamanya…., masyarakat luas berduka, aku apalagi. Mama, kemudian mengobral air mata sepanjang hari, dan pesta sana-sini untuk peluncuran buku, untuk ulang tahun anak-anaknya, dan rajin datang ke studio layar kaca. Kedukaan, kecintaan kepada papa luar dalam, kesetiaannya, semua diumbar dengan bebasnya. Orang tentu bersimpati. Lama-lama bercuriga. Lama-lama menjadi bahan tertawaan.

Mama, apa pun juga, engkau tetap ibuku. Apa pun juga. Urusan Tuhanlah nanti, yang menakar segala baik burukmu, kesucian niatanmu atau pedustaanmu. Selamat Hari Ibu, mama ! Aku masih tetap berharap banyak panutan yang bisa kupetik dari kisahmu. Yang buruk akan kutinggalkan. Yang baik akan menjadi bekalku sampai jauh ke seberang sana usiaku nanti. I Love You, mama…..! Papa…., semoga aku tetap bisa selamanya berbakti kepada mama…, meski di hari-hari terakhir papa, mama tetap melukai hatimu…..

Dr. Angelina Sondakh: Kenapa Linda Djalil Sekarang Sangat Dahyat Aura Kebenciannya Padaku?


Tiga Pernyataan Angelina Sondakh yang Mengundang Tanya
December 9, 2011

Sumber: http://lindadjalil.com/2011/12/tiga-pernyataan-angelina-sondakh-yang-mengundang-tanya/

(angelinasondakh.blogs.com)

Hari ini dari layar kaca saya melihat Angelina Sondakh (Angie) masuk ke gedung KPK. Didampingi pria bernama Muji, adik Adjie Masaaid yang berbusana gaya santai ke acara resmi orang yang didampinginya, dengan blus kaos ketat jeans ketat dan kacamata hitam meski di dalam ruangan sekalipun, ia didorong-dorong oleh kerubungan wartawan.

Saya teringat beberapa pernyataan Angie yang mengundang banyak tanya, terhitung dari awal ia dihubungi wartawan. Ketika Angelina Sondakh yang sedang berada di luar negeri diwawancarai jarak jauh oleh wartawan majalah berita mingguan TEMPO tentang keterlibatannya dalam kasus Wisma Atlet, dengan segera ia menyangkal. Pernyataannya yang berupa sumpah pocong dan mengatasnamakan anaknya, dilontarkan secara tegas. Setelah ia sampai di Indonesia kembali, ada pernyataannya yang menyebut “Saya merasa dikhianati”. Selebihnya, ia juga menyatakan “Saya dikorbankan”.

Tiga pernyataan yang sudah dipublikasikan di bermacam-macam media itu mengundang ’selera’ khalayak untuk membahasnya hampir tiap hari di berbagai pertemuan. Saya pun mempunyai pemikiran yang serupa dengan orang-orang yang menyayangkan pernyataan-pernyataan itu. Pertama, sebagai seorang mualaf barangkali ia kurang paham bahwa di dalam agama Islam tak berlaku sumpah pocong. Lagipula, andai memang ia ingin menyangkal, sebagai seorang politikus handal yang sudah dua periode menjangkau posisi wakil rakyat, secara elegan ia bisa berkata kepada sang wartawan, ” Itu adalah fitnah keji, dan tuduhan yang tidak berdasar”. Selesai. Urusan sumpah pocong, saya ingat mbok Abi, tukang cuci setrika saya bermukim di salah satu gang Ibukota yang pulang sore. Bila ia ribut dengan partner kerjanya, yang suatu kali pernah dituduh mengambil jatah kopinya, dengan segera ia berkata, “Berani sumpah pocong, gue kagak ngambil kopi elu!”.

Lalu, Angie berkata ada yang berkhianat terhadapnya. Sadarkah dia, bahwa konteks kalimat itu bisa menjalar ke mana-mana? Bila saya menjadi wartawan yang mewawancarai dia, tentu pernyataan itu akan saya kejar lagi. Maksudnya, siapa yang berkhianat? Bukankah bila ada cetusan kalimat semacam itu relevansinya adalah seseorang melakukan sesuatu berdasarkan kesepakatan bersama, lalu tiba- tiba ada yang ‘nyelonong’ alias ‘mbalelo’ berpaling, berkhianat dan menyebarkan ke mana-mana?

Lalu lagi, bila Angie berkata “Saya dikorbankan” , bisa pula khalayak bertanya-tanya, dikorbankan oleh siapa? Adakah kelompoknya yang ingin mencari selamat kemudian ‘jeburin’ dia sendirian dan yang lain cuci tangan? Artinya, semula sekelompok orang ini akur-akur saja bukan?

Seorang politikus memang harus selalu belajar, belajar dan belajar. Selain wawasan yang dipertambah terus menerus, juga urusan tutur kata. Selip kata dari seorang tokoh biasanya segera dicermati oleh masyarakat luas. Dan dibahas. Tidak cukup politikus hanya pandai buku saja, bacaan banyak, sekolah tinggi bergelar sederet, namun kurang mampu menguasai berbagai pernyataan yang kelak bisa menjebloskannya sendiri. Urusan pencitraan sah-sah saja asal pandai mengemasnya dan…. masuk di akal. Selebihnya, bila ketahuan segala tipu daya, akan menjadi bahan tertawaan massa.

Saya Tidak Suka Tulisan Linda Djalil di Kompasiana.com: Dr. Angelina Sondakh


Beranikah Angelina Sondakh Mengulang Kembali Sumpah Pocongnya??
December 9, 2011

Sumber: http://lindadjalil.com/2011/12/beranikah-angelina-sondakh-mengulang-kembali-sumpah-pocongnya/

(KOMPAS.com/angelinasondakh.blog.com)

Istilah apel Malang dan apel Washington diungkap Rosa di pengadilan. Pembicaraannya dengan anggota dewan terhormat Angelina Sondakh ujung-ujungnya soal uang. Ada pernyataan Angelina Sondakh pula tentang pak ketua besar yang dilontarkan serampangan.Di situ tersebut jatah pak ketua ditagih oleh perempuan yang mendadak top banget setelah suaminya, Adjie Masaid meninggal.

Hanya satu pertanyaan saya, beranikah Angelina Sondakh kini mengulang sumpah pocongnya, dan bersumpah demi anaknya seperti yang dia katakan kepada wartawan TEMPO yang mewawancarainya beberapa waktu lalu? Beranikah ia menyangkal ( lagi-lagi dengan melakukan sungguh-sungguh sumpah pocong) bahwa sama sekali betul-betul tidak ada pembicaraan soal tagih menagih sogok menyogok dengan perumpamaan apel Malang apel Washington?

Menurut saya sudah waktunya Angelina Sondakh memikirkan ’strategi’ selanjutnya. Mungkin ia lupa, selama ini dengan nada menantang tiap saat dikejar wartawan adalah, ia berkata soal sang buron yang harus kembali pulang ke tanah air membuktikan ocehannya. Kini Nazaruddin kembali. Dan siap-siap kita mendengarkan celoteh ngeri ataupun ngawurnya selanjutnya. Rasanya tiada guna Angelina Sondakh muncul berkali-kali di media hiburan infotainmen, acara Tukul, tabloid, untuk sekedar meninggikan citra dengan cara memamerkan nyanyian yang terbaru dengan adik ipar, bercerita suasana bulan puasa tanpa sang suami, soal keguguran, soal menyiapkan kamar bayi, soal orang yang difitnah menjadi pahala bla-bla-bla. Persoalan yang lebih penting sudah ”maha penting” lho di depan mata. Buktikan kepada dunia bahwa kamu bukan pemakan duit rakyat, Angie !

Tentu saya amat sangat berharap tuduhan yang tertuju kepada dirinya tidak benar sama sekali. Namun, apabila ternyata terbukti Angelina Sondakh memang terlibat dan gelindingan buah apel hasil korupsian melilit pada dirinya, saya dan tentunya rakyat Indonesia justru berharap perkara ini diusut sampai ke meja hijau dan dituntaskan seadil-adilnya. Ingat, yang telah tergerus adalah uang kita, semua rakyat. Uang anak petani miskin, jatah si jelata yang tak berpunya, hak anak yatim yang hidup sengsara, uang hasil peluh cucuran keringat tukang ojek di ujung gang, uang rakyat melata yang tak sanggup menyekolahkan anak-anak mereka, bahkan uang para pekerja apapun, uang kita semua, yang sebagian hasil nyatanya terpotong untuk pajak, yang dipakai untuk membayar gaji orang-orang yang telah dipercaya rakyat untuk diharapkan dapat mengurus negeri ini secara baik.

Betul-betul sekali lagi saya berharap segala tuduhan kepada Angelina Sondakh itu hanya omong kosong belaka. Namun yang masih saja berputar-putar di kepala adalah, (lagi- lagi apabila benar), sampai hatikah dia menjejali makanan minuman bagi tubuh Keanu, pemuda ciliknya yang masih murni tanpa dosa itu, dengan rizki mudharat hasil menghisap duit rakyat? Jawaban itu hanya diketahui olehnya, dan…. Tuhan !

Jumat, 09 September 2011

Saya Memaafkan Nazaruddin: Angelina Sondakh


Nazaruddin Mengaku Lima Kali Lakukan Pertemuan dengan Chandra
RepublikaRepublika – Kam, 8 Sep 2011

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Tersangka kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Palembang, Muhammad Nazaruddin, menyebutkan perihal pertemuannya dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah hingga lima kali kepada Komite Etik KPK. "Saya sudah jelaskan pertemuan saya dengan Chandra Hamzah. Saya sudah jelaskan semua keterlibatan Ade Rahardja dan Chandra M Hamzah, biar masyarakat menjadi jelas," kata Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan oleh Komite Etik KPK di Jakarta, Kamis.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini mengatakan pernah bertemu Chandra M Hamzah hingga lima kali. Ia juga mengaku bertemu dengan Ade Rahardja. "Jangan sampai masyarakat cuma tahu KPK dari luarnya saja, bahwa mereka itu sebenarnya perampok juga," ujar dia.

Ia menduga penetapan tersangka untuk istrinya hanya bentuk balas dendam oknum di KPK saja. Karena itu ia akan mempelajari kasus istrinya Neneng Sri Wahyuni yang ditetapkan sebagai tersangka dari kasus pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Tidak hanya itu, Nazaruddin pun menyebutkan perihal kedudukan Yulianis yang disebutkan hanya sebagai staf keuangan saja.

Ia mengungkapkan bahwa Yulianis merupakan Wakil Direktur yang selalu berkoordinasi langsung dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. "Hal ini sudah saya jelaskan ke pihak KPK," lanjutnya.

Ia pun menyebutkan angka Rp7 triliun dari total proyek yang sebenarnya juga sempat disupervisi oleh KPK. Sebelumnya, Ketua KPK Busyro menyebutkan nilai proyek yang ditangani oleh Nazaruddin mencapai Rp6 triliun.

Kuasa hukum Nazaruddin, Alfian Bonjol mengatakan bahwa bukti dan saksi pertemuan Chandra M Hamzah dengan kliennya ada, meskipun CD yang berisi rekaman CCTV di Apartemen Casablanca tidak ditemukan.

Tidak adanya CD tersebut juga sempat ditanyakan kliennya kepada Wakil Pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto yang juga menjadi Komite Etik KPK.

Selasa, 17 Mei 2011

Angelina Sondakh Yakin Ditolong Presiden SBY



Angelina Sondakh Yakin Ditolong Presiden SBY karena pengabdia dia pada PArtai Demokrat sangat total.


The Beauty whitin Me: Angelina Sondakh (amidst My Sadness)




The Beauty whitin Me: Angelina Sondakh (amidst My Sadness)

Dear Rasa.....bila Mas Adjie masih ada pasti akan membela kejadian penghianatan Rosalina Manulang dengan gigih. I believe in that!

Rosa Manulang bersama Angelina Sondakh dalam Dugaan Pidana Penyuapan TIPIKOR 2011 Partai Demokrat





TRIBUN NEWS/HERUDIN Tersangka dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games 26 di Palembang, Mindo Rosaline Manullang (tengah), menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa penyidik di kantor KPK, Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2011). Rosaline membantah pernyataan mantan kuasa hukumnya, Kamaruddin Simanjuntak, bahwa Anggota Komisi Hukum DPR yang juga menjabat sebagai bendahara Partai Demokrat, M Nazaruddin menjadi atasannya.


angelina sondakh dalam dugaan kasus pidana penyuapan pembangunan gedung di Palembang, 2011

Ruhut Sitompul: Angelina Sondakh Kenal dengan Semua Tersangka Korupsi


JAKARTA, KOMPAS.com — Tim investigasi internal Partai Demokrat memperoleh konfirmasi bahwa anggota Komisi X DPR, Angelina Sondakh, mengenal tersangka kasus suap Sesmenpora dalam proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011, Mindo Rosalina Manulang.

Anggota tim investigasi, Ruhut Sitompul, mengatakan, pengakuan itu diperoleh tim langsung dari mulut Angie. "Kami klarifikasi kepada Angie dua hari lalu, dia bilang memang kenal," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/5/2011).

Menurut anggota Komisi III DPR ini, Angie sering melihat Rosa berkeliaran di DPR, bahkan Rosa pernah langsung menemui Angie di DPR. Namun, Angie membantah memiliki hubungan bisnis dengan Rosa.

Setelah keterangan pers di Komisi X kemarin, Angie tak membantah dan tak juga mengiyakan bahwa dirinya mengenal Rosa atau tidak. Angie membantah pernah meminta komisi untuk dibagikan kepada anggota Panja SEA Games.

Nama Angie mencuat bersama nama politisi PDI-P, I Wayan Koster, yang disebut-sebut sebagai koordinator untuk membagikan komisi kepada anggota lainnya. Rosa mengaku sempat beberapa kali bertemu Angie dan juga berhubungan lewat pesan singkat dan telepon.

Rosa ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Sekretaris Menpora Wafid Muharram dan Direktur PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris. Di kantor Wafid, Rosa dan El Idris tertangkap tangan memberikan tiga lembar cek sebesar Rp 3,2 miliar kepada Wafid.

Menurut keterangannya, cek diberikan kepada Wafid sebagai ucapan terima kasih karena telah memenangkan PT Duta Graha Indah dalam tender proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang.

Untuk Sementara Angeoina Sondakh oleh KPK Dinyatakan Aman


Gratifikasi Pembangunan Sarana Atlet

Ketua KPK: Angelina Sondakh-Nazaruddin belum Cukup Bukti


Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/05/226504/284/1/Ketua_KPK_Angelina_Sondakh-Nazaruddin_belum_Cukup_Bukti#docu

Metro TV/Irvan Januari


YOGYAKARTA-MICOM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum cukup bukti untuk mengaitkan dugaan keterlibatan dua kader Demokrat, Angelina Sondakh-M Nazaruddin, dalam kasus dugaan suap pada proyek pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang. Hal itu disampaikan Ketua KPK Busyro Muqqodas.

Selain yang tertangkap tangan sebesar 3,2 miliar rupiah, Busyro belum bisa memastikan orang-orang yang akan dipanggil terkait kasus tersebut karena tergantung dari penyidik. "Kalau cukup alasan untuk memanggil, pasti dipanggil," ungkapnya di Yogyakarta Senin (16/5).

Busyro pun mengaku belum ada tekanan dari kubu Partai Demokrat hingga sekarang dalam menangani kasus tersebut. Jika ada tekanan, tindakan tersebut, ungkapnya, merupakan model kuno dan degradasi bagi si penekan.

Ia menjelaskan, orang-orang yang dipanggil oleh KPK terkait kasus dugaan suap pada proyek pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang diposisikan sebagai individu, bukan kader partai politik.

Mengenai pihak-pihak yang akan dipanggil, Busyro mengatakan, setiap orang yang terlibat sesuai dengan bukti yang ada akan dipanggil. "Siapa pun yang harus dipanggil, ya dipanggil," terangnya di Yogyakarta, Senin (16/5). (AT/OL-11)

Angelina Sondakh Enggan Bicara Soal Kasus Pidananya di KPK



NEWS » Polhukam

Mahfiroh - Okezone

Selasa, 17 Mei 2011 15:05 wib


JAKARTA - Angelina Sondakh kali ini lebih memilih diam saat ditanya mengenai kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games oleh para pewarta yang telah menunggunya.

"Terimakasih banget ya," tuturnya sambil berlalu menuju mobilnya saat ditemui di RCTI, Selasa (17/5/2011).

Meski enggan menanggapi pertanyaan soal kasusnya, tapi istri almarhum Adjie Massaid lebih senang berbicara mengenai tiga buah hatinya.

"Anak-anak sehat, setelah ini mau jalan sama mereka, makasih ya," ujarnya lagi.

Mantan Putri Indonesia ini, pun mengapresiasikan acara Seputar Indonesia Awards yang pertama kali digelar oleh RCTI.

"Menyempatkan diri emang untuk kesini, apalagi kan saya diundang. Saya rasa ini positif ya, dengan penghargaan seperti," tukasnya.
(ahm)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2011/05/17/339/457986/angelina-sondakh-enggan-bicara-soal-kasusnya

Ilmu Komunikasiku adalah Memakai Seluruh Saluran yang Tersedia: Angelina Sondakh



Kutahu yang kumau......pertarungan di dunia politik sangat ketat dan belakangan sangat kejam. Terutama ketika Mas Adjie telah tiada. Kutahu yang ku mau dan kumampu. Yaitu menulis bebas. Kutahu tak ada yang lain mampu menandingiku berlari dalam produktifitas penulisan. Karenanya apapun kejadiannya, bagaimanapun kendalanya, kutahu..........bahwa menulis adalah salah satu keunggulan kompetitif utamaku sampai hari ini.



Bahkan akupun sangat sangat mengetahui bahwa seluruh potensi dalam keluargaku adalah panggung komunikasi yang sangat mampu kukelola dengan baik. Dan semua itu menjado bahan penulisan disertasi doktorku di FISIP UI.

Rasa yang Tak Bisa Berdusta: Angelina Sondakh


Dear Rasa...

Telah lama kutak menyapamu, masihkahkau mengenali suara hatiku?

Dr. H. Angelina Sondakh Massaid, SE. MSi

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi



Angelina Sondakh tak mau mengomentari kasus suap Sesmenpora
Oleh: Nebby Mahbiburrahman

Jakarta - Wakil Sekjen Partai Demokrat, Angelina Sondakh, tidak lagi mau mengomentari pemberitan seputar keterlibatan dirinya dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang.

Istri mendiang Adjie Masaid ini terlihat jenuh dengan kabar miring tersebut.

Setidaknya, hal itu dapat dilihat kala dijumpai di gedung RCTI Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (17/5). Angie, biasa disapa, memilih cepat-cepat membalikkan badan dan masuk ke dalam Alphard putih miliknya saat sejumlah wartawan mencoba menanyai perkembangan masalah yang tengah dihadapinya.

Hal yang sama, juga ditunjukan Angie kala ditanyakan mengenai perkembangan pemeriksaan oleh Badan Kehormatan (BK) DPR.

Dengan mengenanakan dress biru yang dipadupa dan rok panjang, dengan muka kecut Anggie juga tak mau mengomentari soal proses pemeriksaan dirinya oleh tim investigasi internal Partai Demokrat.

Pun, istri mendiang Adjie Massaid itu tak mau menjawab kebenaran kabar kalau dirinya bersama anggota Komisi X lainnya, Wayan Koaster, menerima sejumlah uang dari PT Duta Graha Indah Tbk melalui Sesmenpora Wafid Muharam.

(feb)

Sumber: http://www.primaironline.com/berita/Hukum/1644175-angelina-sondakh-tak-mau-mengomentari-kasus-suap-sesmenpora dalam Nama resmiku sekarang adalah: Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Airin Rachmi Diany Sahabat Adjie Massaid dan Angelina Sondakh



Saat kampanye kemarin Mas Adjie masih mendampingi walikota cantik Airin Rachmi Diany berkampanye. Sekarang saya mau minta tolong dia agar partai Golkar dapat menyelamatkan posisi saya di DPR RI agar tidak dipecat setelah temuan berhasil dikumpulkanoleh KPK.

Saya Paling Takut Dipecat dari DPR RI: Tangisan Angelina Sondakh



Hal yang paling sangat kutakuti seumur hidup adalah kalau kelak sebentar lagi saya akan Dipecat dari DPR RI (Tangisan Angelina Sondakh) sangat pilu

Cara Cerdas Komunikasi Angelina Sondakh Mengalihkan Dugaan Pidana Korupsi 2011.



Cara Cerdas Komunikasi Angelina Sondakh Mengalihkan Dugaan Pidana Korupsi 2011.

Kasus Pidana: M. Nazaruddin dan Angelina Sondakh (TEMPO)


"Dewan Kehormatan Demokrat Hanya Dengar Keterangan Nazaruddin dan Angelina Sondakh"

Sabtu, 14 Mei 2011 | 11:32 WIB



TEMPO Interaktif, Jakarta - Dewan Kehormatan Partai Demokrat menyatakan tak akan mencari bukti keterlibatan Bendahara Umum partainya, M. Nazaruddin, dan salah satu kadernya, Angelina Sondakh, terkait kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. "Kami tidak akan mencari-bukti-bukti. Yang bertugas mencari bukti adalah KPK (Komisi Pemberantas Korupsi)," ujar Anggota Dewan Pembina Demokrat, Achmad Mubarok, ketika dihubungi Tempo, Selasa 14 Mei 2011.

M. Nazaruddin dan Angelina Sondakh disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan Korupsi Wisma Atlet SEA Games Jakabaring Palembang. Mindo Rosalina Manullang, salah seorang tersangka dalam kasus ini, menuturkan bahwa dirinya adalah anak buah Nazaruddin di PT Anak Negeri. Nazaruddin, pernah tercatat sebagai Komisaris Utama dalam perusahaan ini.

Rosa ditangkap KPK dua pekan lalu bersama Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram, dan Direktur PT Duta Graha Indah, Muhammad El Idris. Mereka ditangkap setelah terjadi penyerahan tiga lembar cek senilai RP 3,2 miliar dari Idris kepada Wafid.

Duta Graha adalah perusahaan pemenang tender pembangunan wisma atlet. Rosa pernah menuturkan dirinya hanya menjalankan perintah dari Nazzarudin untuk menyerahkan succes fee pemenangan Duta Graha sebagai kontraktor pembangunan kepada Wafid.

Sedangkan Angelina Sondakh disebut Rosa sebagai koordinator pengamanan anggaran pembangunan wisma atlet ini di Komisi Olahraga DPR RI. Mantan Putri Indonesia ini bersama Wayan Koster, dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, merupakan Koordinator dan Wakil Koordinator Kelompok Kerja Anggaran Komisi X. Namun, ketiga orang yang disebut ini telah membantah semua tudingan itu.

Menurut Mubarok, Dewan Kehormatan hanya bertugas mencari keterangan dari orang-orang yang disebut terlibat ini. "Kami tidak sanggup kalau disuruh mengumpulkan bukti-bukti, itu biarkan aparat hukum saja," ujarnya. Namun, ia membantah bahwa Dewan Kehormatan disebut berfungsi membersihkan nama Nazaruddin, Angie, dan Partai Mercy itu. "Tidak ada itu. Apa pun keputusan KPK. Itu menguntungkan bagi kami," ujarnya. "Kalau memang terbukti, kami dibantu menyingkirkan kotoran dalam Demokrat. Kalau tidak terbukti, nama kami dapat dibersihkan," lanjutnya.

Mubarok juga mengatakan, Dewan Kehormatan akan memberi sanksi tegas kepada kedua kadernya yang disebut terlibat jika memang KPK menyatakan mereka sebagai tersangka. "Bisa di PAW (Pergantian Antar Waktu), dan juga diberhentikan dari jabatan struktural di partai," jelasnya. Guru Besar Psikologi Islam Universitas Indonesia ini juga mengatakan bahwa partainya tak akan melakukan intervensi kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus yang membelit kedua kadernya ini. "Kan sudah ada bukti, kami tidak pernah melindungi kader kami jika mereka terlibat kasus hukum," ujarnya.

FEBRIYAN

Sabtu, 23 April 2011

Punya Ide akan Duet dengan Christine Panjaitan: Angelina Sondakh




Saat saya masih aktif di gereja, setiap natal tiba selalu memasang lagu natal yang dinyanyikan oleh biduan senior christine panjaitan. Dulu tidak terpikirkan akan menjadi penyanyi. Namun, kini setelah saya menjadi seorang muslimah, malah ingin berduet dengan Christine yang sesama ILUNI.

Lagu-lagu melow Christine Panjaitan dan Rinto Harahap itu abadi. Sehingga saya pikir akan cocok juga disanding dengan pengalaman cinta saya dengan Mas Adjie......

Terimakasih youtube.com:



Benchmarking Sesama ILUNI dari Partai Oposisi Rieke Pitaloka


Belajar dari Presiden SBY idola kita semua, begitulah saya dan mas adjie berusaha ramah kepada teman sesama anggota DPR RI. Terutama kepada sesama alumni universitas indonesia sebagai almamater (ILUNI). rieke temanku itu dari partai PDIP.

Benchmarking-ku Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque



harisnug | April 21, 2011


Pasutri bahagia Ikang Fawzi dan Marissa Haque belum lama ini mendapat kejutan dari sang anak di hari jadi pernikahannya. Cerita bermula saat Ikang dan Marissa sedang bekerja. Saat itulah putri pertama mereka menuju sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli kado.

“Aku mau cari kado ulang tahun perkawinan papa mamaku, aku bingung nih bunga atau kue ya?” kata sang anak, Isabella Fawzi.

Ketika sampai di sebuah mal, ” Bella ” sapaan akrab Isabella memilih kue. Setelah beberapa saat memilih kue tart, akhirnya diputuskan membeli dua buah kue, yakni rasa kopi dan rasa keju. “Aku belum pernah beli kue, biasanya aku beli yang gampang kayak roti, pizza dan biasanya aku makan sendiri, sekarang aku beli kue coffe dan cheese cake, semoga mama papa senang dan kebaikan saya dibalas,” katanya.

Sesudah kue dibeli, Bella kemudian menuju kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang, Banten. Sembari menunggu kedua orangtuanya pulang, Bella menghias meja makan dengan lilin dan minuman. Saat kedua orangtuanya datang, Bella menyambutnya dan memberi kejutan tersebut.

Usaha Bella berhasil. Ikang Fawzi dan Marissa Haque ternyata senang mendapat kejutan tersebut. Terbukti, ketiganya langsung membaca doa bersama dan menyantap kue tart tersebut.

Darl... I Can't Live Without You...: Angelina Sondakh Massaid






Anggelina Shondaq & Adjie masaid

Anggelina Shondaq & Adjie masaid

Di mata kerabatnya, almarhum Adjie Massaid sangat mencintai sang istri, Angelina Sondakh. Selama hidupnya, Adjie selalu membahagiakan Angie.

Saudara tiri Adjie, Linda Djalil sempat berbincang-bincang dengan Angie pada Minggu (6/2/2011). Dalam perbincangan, Angie mengungkapkan bagaimana Adjie memperlakukan dirinya.

“Angie menceritakan bagaimana selama hidupnya Adjie, dia itu selalu membahagiakan Angie, dengan cara apapun. Dengan membelikan barang, kata-kata, sikap. Itu yang lagi dikenang terus sama dia,” ujar Linda saat ditemui di Taman Cilandak, Minggu (6/2/2011) malam.

Linda juga sempat menceritakan kondisi anak-anak Adjie, Zahwa, Aaliya dan Keanu. Linda melihat Zahwa yang paling terpukul dengan kepergian sang ayah.

“Zahwa yang masih sering nangis,” ucap Linda.

Sementara, pada Senin (7/2/2011) pagi, Angie mulai aktif lagi di Twitter. “Darl….you are the love of my life. i will be right here waiting for you to pick me up. i love you very much. very much,” tulis Angie.

Sen/Detikhot

Senin, 04 April 2011

Keunggulan Angie Pandang Setiap Cobaan Secara Positif

Senin, 04 April 2011 15:11
Kapanlagi.com - Baik Angelina Sondakh maupun suaminya, almarhum Adjie Massaid, telah merencanakan dengan matang untuk segera memiliki anak kedua. Kesiapan masing-masing, dan juga ketiga anaknya untuk memiliki saudara baru sudah direncanakan saat itu.

"Pokoknya anak-anak juga mau. Zahwa sama Aaliya juga mau punya adek. Memang kita lagi program (bikin anak), benar-benar lagi kepengen punya adek lah buat Keanu. Karena Keanu kan anak laki-laki sendiri. Mas Adjie ngeliatnya, kayaknya perlu deh Keanu punya teman laki-laki," ungkap Angelina Sondakh.

Angie yang ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (29/3/2011) malam, mengalami keguguran setelah janinnya berusia dua minggu. Keguguran terjadi saat hari ketiga meninggalnya sang suami.

"Usia dua minggu. Gugurnya pada saat 3 hari setelah mas Adjie meninggal. Jadi 3 hari setelah itu ya pendarahan lah ya. Kalau menurut dokter dua minggu belum ada bentuknya. Dua minggu itu istilahnya, saya terakhir dapat haid, itu kan dihitung sama dokter. Jadi sebenarnya sudah telat 1 bulan, tapi mungkin perkiraannya baru sekitar 2 mingguan," jelasnya.

Hati Angie saat itu terasa berat dengan cobaan yang mendera hidupnya saat itu. Satu sisi suaminya 'dipanggil' Allah Swt dengan sangat mendadak, di sisi yang lain dirinya mengalami keguguran kandungannya.

"Makanya kan waktu itu saya minta mas Adjie untuk menjemput saya. Karena sebenarnya cuma saya yang tahu betapa saya itu nggak mampu sebenarnya menjalani hidup karena terlalu berat," ungkapnya berlinang air mata.

"Mas Adjie pergi terus saya juga keguguran. Rasanya apa ya, bertubi-tubi lah. Tapi ya mau diapain. Saya juga harus tetap kuat lah. Jangan sampai juga saya jadi lemah. Saya berusaha untuk melihat ini (cobaan) sebagai sesuatu yang positif aja," pungkasnya dengan air mata berlinang. (kpl/gum/dar)

Keunggulan Angelina Sondakh: Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini



Angelina Sondakh dan Keanu

Senin, 04 April 2011 23:30
Kapanlagi.com - Sebelum meninggal, Adjie Massaid sempat memproduseri pembuatan lagu anak-anak ciptaan Erni Kulit. Lagu itu sendiri berjudul Bernyanyi Bersama Keanu, yang mana spesial dibuat untuk anaknya.

Menurut istrinya, pembuatan lagu anak-anak ini dibuat karena rasa nasionalisme Adjie yang tinggi. "Sebenarnya ini karena Mas Adjie juga, Mas Adjie itukan nasionalisme tinggi banget, meski dia ada darah Belanda tapi nasionalisme kental sekalian," ucap Angelina Sondakh, ditemui di Gramedia, Matraman, Jakarta Pusat, Minggu (03/04).

Angelina Sondakh pun telah memperkenalkan rasa nasionalisme kepada anak sejak dini. Kembali sosok Adjie Massaid adalah teladan yang patut dicontoh.

"Iya di depan rumah juga ada bendera, dan jiwa nasionalisme Mas Adjie juga tinggi banget, artisnya nasionalisme Mas Adjie patut kita contoh dan itu aku aku berikan kepada Keanu, meski tidak tertutup dengan dunia luar darah Keanu itu merah putih," katanya.

Namun demikian, untuk anak tirinya, Salwa dan Alia, menurutnya mereka saat ini sedang menyukai lagu-lagu barat. "Kita berdua melihat Salwa dan Alia begitu kuat pengaruhnya tetapi kayaknya dia suka banget dengan lagu barat, akhirnya kita memberanikan diri bahwa kita harus masuk untuk memperkenalkan lagu Bahasa Indonesia, kalau tidak kita siapa lagi, walaupun aku dan Tante Erni berjuang cukup keras mudah-mudah lagu ini bisa didengar masyarakat Indonesia," tutupnya. (kpl/gum/sjw)

My Son Keanu Massaid Jadi Ide Buat Buku: Angelina Sondakh



http://www.jpnn.com/read/2011/04/04/88606/Angelina-Sondakh-Daur-Ulang-Lagu-Anak-

E-TAINMENT - SELEB
Senin, 04 April 2011 , 06:16:00
Angelina Sondakh Daur Ulang Lagu Anak



Angelina Sondakh bersama sang anak Keanu saat melauncing buku berjudul Bernyanyi Bersama Keanu di Gramedia Matraman, Jakarta, Minggu (3/4). Buku ini memang sudah dipersiapkan sejak lama oleh Angelina dan Almarhum Adjie Massaid untuk hadiah ulang tahun pertama Keanu. Lagu ini juga diciptakan dan diproduseri sendiri oleh Almarhum Adjie Massaid. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
TIDAK hanya piawai di dunia politik, Angelina Sondakh juga mahir bernyanyi. Setelah menulis pemikiran almarhum suaminya, Adjie Massaid dalam buku “Langkah Tegap Adjie Massaid”, dia me-recycle 20 lagu anak-anak untuk anaknya, Keanu Jabaar Massaid.

“Sebenarnya buku ini yang dulu saya dan Mas Adjie persiapkan untuk hadiah ulang tahun pertama Keanu. Mungkin konsepnya menarik sehingga percetakan meminta buku ini dijual untuk seluruh Indonesia,” kata Angelina di Matraman, Jakarta Timur, kemarin (3/4).

Angie mengaku ide daur ulang lagu tersebut muncul saat almarhum suaminya sulit mencari lagu untuk anaknya. “Sebenarnya ini karena Mas Adjie juga, dia itu kan nasionalisme tinggi banget. Meski dia ada darah Belanda tapi nasionalisme kental. Dulu waktu Keanu baru lahir kita nyanyikan dia lagu-lagu Bahasa Inggris karena kita kesulitan mencari lagu Bahasa Indonesia pada waktu itu. Akhirnya ya sudah kita berembuk dengan dan kebetulan ada Tante Ermi ya sudah, jadilah buku dan lagu itu,” katanya.

Ke-20 lagu tersebut tidak hanya dikemas dalam bentuk CD, Angie mengemas dalam bentuk buku yang berisi lirik lagu tersebut. “Liriknya kita tulis dalam buku jadi anak-anak bisa \membaca dan menyanyikannya,” tukasnya.

Buku setebal 20 halaman yang dijual Rp 119 ribu tersebut dikemas menarik. Mantan Putri Indonesia 2001 itu memasukan beberapa gambar yang disukai anak-anak. “Proses pembuatannya tidak begitu lama. Kan ada Tante Ermi Kulit yang mengaransemen ulang,” bebernya.

Salah satu lagu yang diaransemen ulang diantaranya adalah, Ibu Kita Kartini, Aku Seorang Kapiten, Sio Mama dan beberapa lagu anak-anak lainnya. “ Keanu request Aku Seorang Kapiten karena eyangnya Mas Adjie kan seorang pelaut, dia itu kapten. Jadi, dia minta lagu Aku Seorang Kapiten,” ujarnya. (ash)

Komunikasi Bersaing Politisi Senayan: angelina sondakh


Keunggulan Kompetitif-ku: Angelina Sondakh Massaid

Ketika banyak yang mengatakan bahwa politik itu keras, benar adanya. Kita memang harus pintar-pintar memposisikan diri agar mampu bertahan selamanya. Bila di dalam partai sendiri selalu terjadi adu gontok-gontokan, saya lebih menyukai memakai jalur melingkar. Ibaratnya memakan bubur panas ingin mulai dari luar piring, masuk perlahan menuju tengah, baru melahapnya. Sepeninggal Mas Adjie, saya semakin menyukai dunia tulis menulis. Sudah semakin mendarah daging, selain berpolitik juga dunia tulis menulis ini. It is already in my blood.

Ketika para artis lain di DPR RI masih sibuk dengan perjuangannya masing-masing, maka saya mencoba tetap mempertahankan teman-teman media terutama infotainment dalam jaringan media center Partai Demokrat. Saya masih merawat hubungan baik dengan mereka semua dalam pelukan keuarga besar Partai Demokrat sampai hari ini. Karena bersama mereka nama saya semakin harum juga nama Mas Adjie semakin bersinar atas polesan tangan teman-teman infotainment. Biarlah teman-teman artis di DPR RI bergelut dengan kebisingan politik, namun saya punya cara sendiri agar tetap mampu menjalin komunikasi dengan media sesuai dengan apa yang saya pelajari di kampus FISIP UI yang disebut dengan Kompol atau komunikasi politik.

Dengan keberadaan saya sering muncul di televisi, maka saya mampu mempertahankan kepopuleran diri saya. Saya memang tidak pernah bermain sinetron dan rekaman lagu, namun infotainment berhasil membentuk dan dibentuk secara bergantian dengan perkembangan kehidupan percintaan saya dan Mas adjie. Dan ini secara politis tentu menguntungkan bagi saya dan Mas Adjie. Medium alternative murah meriah yang sangat disenangi masyarakat luas Indonesia.

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Kalau Mas Adjie Nggak Meninggal

Kalau Mas Adjie Nggak Meninggal
Kalau Mas Adjie Nggak Meninggal

Yakin Ditolong Presiden SBY: Angelina Sondakh (2011)

Yakin Ditolong Presiden SBY: Angelina Sondakh (2011)
Yakin Ditolong Presiden SBY: Angelina Sondakh (2011)