Angelina Sondakh, di FISIP UI jurusan Komunikasi, Program Doktor dgn dosen Prof. Dr. Effendi Gazali

Angelina Sondakh, di FISIP UI jurusan Komunikasi, Program Doktor dgn dosen Prof. Dr. Effendi Gazali
Angelina Sondakh, di FISIP UI jurusan Komunikasi, Program Doktor dgn dosen Prof. Dr. Effendi Gazali

Buku ke 4 Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Buku ke 4 Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi
Buku ke 4 Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Keanu Massaid dan Angelina Sondakh Massaid

Keanu Massaid dan Angelina Sondakh Massaid
Keanu Massaid dan Angelina Sondakh Massaid

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi
Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Pasangan Tercerdas Politisi Indonesia, angelina sondakh & adjie massaid

Pasangan Tercerdas Politisi Indonesia, angelina sondakh & adjie massaid
Keduanya Calon Menteri Indonesia dari Partai demokrat, Pasangan Tercerdas Politisi Indonesia, angelina sondakh & adjie massaid

Buku Biru Angelina Sondakh & Adjie Massaid

Buku Biru Angelina Sondakh & Adjie Massaid
Buku Biru Angelina Sondakh & Adjie Massaid
Tampilkan postingan dengan label Tangisan Angelina Sondakh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangisan Angelina Sondakh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Dr. Angelina Sondakh: Kenapa Linda Djalil Sekarang Sangat Dahyat Aura Kebenciannya Padaku?


Tiga Pernyataan Angelina Sondakh yang Mengundang Tanya
December 9, 2011

Sumber: http://lindadjalil.com/2011/12/tiga-pernyataan-angelina-sondakh-yang-mengundang-tanya/

(angelinasondakh.blogs.com)

Hari ini dari layar kaca saya melihat Angelina Sondakh (Angie) masuk ke gedung KPK. Didampingi pria bernama Muji, adik Adjie Masaaid yang berbusana gaya santai ke acara resmi orang yang didampinginya, dengan blus kaos ketat jeans ketat dan kacamata hitam meski di dalam ruangan sekalipun, ia didorong-dorong oleh kerubungan wartawan.

Saya teringat beberapa pernyataan Angie yang mengundang banyak tanya, terhitung dari awal ia dihubungi wartawan. Ketika Angelina Sondakh yang sedang berada di luar negeri diwawancarai jarak jauh oleh wartawan majalah berita mingguan TEMPO tentang keterlibatannya dalam kasus Wisma Atlet, dengan segera ia menyangkal. Pernyataannya yang berupa sumpah pocong dan mengatasnamakan anaknya, dilontarkan secara tegas. Setelah ia sampai di Indonesia kembali, ada pernyataannya yang menyebut “Saya merasa dikhianati”. Selebihnya, ia juga menyatakan “Saya dikorbankan”.

Tiga pernyataan yang sudah dipublikasikan di bermacam-macam media itu mengundang ’selera’ khalayak untuk membahasnya hampir tiap hari di berbagai pertemuan. Saya pun mempunyai pemikiran yang serupa dengan orang-orang yang menyayangkan pernyataan-pernyataan itu. Pertama, sebagai seorang mualaf barangkali ia kurang paham bahwa di dalam agama Islam tak berlaku sumpah pocong. Lagipula, andai memang ia ingin menyangkal, sebagai seorang politikus handal yang sudah dua periode menjangkau posisi wakil rakyat, secara elegan ia bisa berkata kepada sang wartawan, ” Itu adalah fitnah keji, dan tuduhan yang tidak berdasar”. Selesai. Urusan sumpah pocong, saya ingat mbok Abi, tukang cuci setrika saya bermukim di salah satu gang Ibukota yang pulang sore. Bila ia ribut dengan partner kerjanya, yang suatu kali pernah dituduh mengambil jatah kopinya, dengan segera ia berkata, “Berani sumpah pocong, gue kagak ngambil kopi elu!”.

Lalu, Angie berkata ada yang berkhianat terhadapnya. Sadarkah dia, bahwa konteks kalimat itu bisa menjalar ke mana-mana? Bila saya menjadi wartawan yang mewawancarai dia, tentu pernyataan itu akan saya kejar lagi. Maksudnya, siapa yang berkhianat? Bukankah bila ada cetusan kalimat semacam itu relevansinya adalah seseorang melakukan sesuatu berdasarkan kesepakatan bersama, lalu tiba- tiba ada yang ‘nyelonong’ alias ‘mbalelo’ berpaling, berkhianat dan menyebarkan ke mana-mana?

Lalu lagi, bila Angie berkata “Saya dikorbankan” , bisa pula khalayak bertanya-tanya, dikorbankan oleh siapa? Adakah kelompoknya yang ingin mencari selamat kemudian ‘jeburin’ dia sendirian dan yang lain cuci tangan? Artinya, semula sekelompok orang ini akur-akur saja bukan?

Seorang politikus memang harus selalu belajar, belajar dan belajar. Selain wawasan yang dipertambah terus menerus, juga urusan tutur kata. Selip kata dari seorang tokoh biasanya segera dicermati oleh masyarakat luas. Dan dibahas. Tidak cukup politikus hanya pandai buku saja, bacaan banyak, sekolah tinggi bergelar sederet, namun kurang mampu menguasai berbagai pernyataan yang kelak bisa menjebloskannya sendiri. Urusan pencitraan sah-sah saja asal pandai mengemasnya dan…. masuk di akal. Selebihnya, bila ketahuan segala tipu daya, akan menjadi bahan tertawaan massa.

Saya Tidak Suka Tulisan Linda Djalil di Kompasiana.com: Dr. Angelina Sondakh


Beranikah Angelina Sondakh Mengulang Kembali Sumpah Pocongnya??
December 9, 2011

Sumber: http://lindadjalil.com/2011/12/beranikah-angelina-sondakh-mengulang-kembali-sumpah-pocongnya/

(KOMPAS.com/angelinasondakh.blog.com)

Istilah apel Malang dan apel Washington diungkap Rosa di pengadilan. Pembicaraannya dengan anggota dewan terhormat Angelina Sondakh ujung-ujungnya soal uang. Ada pernyataan Angelina Sondakh pula tentang pak ketua besar yang dilontarkan serampangan.Di situ tersebut jatah pak ketua ditagih oleh perempuan yang mendadak top banget setelah suaminya, Adjie Masaid meninggal.

Hanya satu pertanyaan saya, beranikah Angelina Sondakh kini mengulang sumpah pocongnya, dan bersumpah demi anaknya seperti yang dia katakan kepada wartawan TEMPO yang mewawancarainya beberapa waktu lalu? Beranikah ia menyangkal ( lagi-lagi dengan melakukan sungguh-sungguh sumpah pocong) bahwa sama sekali betul-betul tidak ada pembicaraan soal tagih menagih sogok menyogok dengan perumpamaan apel Malang apel Washington?

Menurut saya sudah waktunya Angelina Sondakh memikirkan ’strategi’ selanjutnya. Mungkin ia lupa, selama ini dengan nada menantang tiap saat dikejar wartawan adalah, ia berkata soal sang buron yang harus kembali pulang ke tanah air membuktikan ocehannya. Kini Nazaruddin kembali. Dan siap-siap kita mendengarkan celoteh ngeri ataupun ngawurnya selanjutnya. Rasanya tiada guna Angelina Sondakh muncul berkali-kali di media hiburan infotainmen, acara Tukul, tabloid, untuk sekedar meninggikan citra dengan cara memamerkan nyanyian yang terbaru dengan adik ipar, bercerita suasana bulan puasa tanpa sang suami, soal keguguran, soal menyiapkan kamar bayi, soal orang yang difitnah menjadi pahala bla-bla-bla. Persoalan yang lebih penting sudah ”maha penting” lho di depan mata. Buktikan kepada dunia bahwa kamu bukan pemakan duit rakyat, Angie !

Tentu saya amat sangat berharap tuduhan yang tertuju kepada dirinya tidak benar sama sekali. Namun, apabila ternyata terbukti Angelina Sondakh memang terlibat dan gelindingan buah apel hasil korupsian melilit pada dirinya, saya dan tentunya rakyat Indonesia justru berharap perkara ini diusut sampai ke meja hijau dan dituntaskan seadil-adilnya. Ingat, yang telah tergerus adalah uang kita, semua rakyat. Uang anak petani miskin, jatah si jelata yang tak berpunya, hak anak yatim yang hidup sengsara, uang hasil peluh cucuran keringat tukang ojek di ujung gang, uang rakyat melata yang tak sanggup menyekolahkan anak-anak mereka, bahkan uang para pekerja apapun, uang kita semua, yang sebagian hasil nyatanya terpotong untuk pajak, yang dipakai untuk membayar gaji orang-orang yang telah dipercaya rakyat untuk diharapkan dapat mengurus negeri ini secara baik.

Betul-betul sekali lagi saya berharap segala tuduhan kepada Angelina Sondakh itu hanya omong kosong belaka. Namun yang masih saja berputar-putar di kepala adalah, (lagi- lagi apabila benar), sampai hatikah dia menjejali makanan minuman bagi tubuh Keanu, pemuda ciliknya yang masih murni tanpa dosa itu, dengan rizki mudharat hasil menghisap duit rakyat? Jawaban itu hanya diketahui olehnya, dan…. Tuhan !

Selasa, 17 Mei 2011

Saya Paling Takut Dipecat dari DPR RI: Tangisan Angelina Sondakh



Hal yang paling sangat kutakuti seumur hidup adalah kalau kelak sebentar lagi saya akan Dipecat dari DPR RI (Tangisan Angelina Sondakh) sangat pilu

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Dr. Hj. Angelina Patricia Sondakh Massaid, SE, MSi

Kalau Mas Adjie Nggak Meninggal

Kalau Mas Adjie Nggak Meninggal
Kalau Mas Adjie Nggak Meninggal

Yakin Ditolong Presiden SBY: Angelina Sondakh (2011)

Yakin Ditolong Presiden SBY: Angelina Sondakh (2011)
Yakin Ditolong Presiden SBY: Angelina Sondakh (2011)